Parameter Baku Mutu Air Limbah Industri Gula Rafinasi

Standar Baku Mutu Air Limbah Industri Gula Rafinasi

Bagi pemilik bisnis industri gula rafinasi, penting untuk mengetahui apakah air limbah yang dihasilkan oleh industri tersebut sudah memenuhi standar baku mutu atau belum.

Standar baku mutu air limbah di Indonesia diatur oleh Peraturan Menteri Lingkungan Hidup RI Nomor 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah.

Ilustrasi gambar gula
Parameter Satuan Gol I Beban Pencemaran paling tinggi [kg/ton produk] Gol II Beban Pencemaran paling tinggi [kg/ton produk]
Suhu °C 38 38
BOD mg/l 75 0,1 50 0,02
COD mg/l 150 0,2 100 0,04
TSS mg/l 150 0,1 50 0,02
pH - 6,0-9,0
6-9
Kuantitas air limbah paling tinggi m3 per ton produk 0,4 0,4

Golongan I adalah perusahaan telah beroperasi pada saat ditetapkan peraturan ini dan berlaku 3 tahun setelah berlaku peraturan ini.

Golongan II adalah:

  • Perusahaan telah beroperasi pada saat ditetapkan peraturan ini dan akan menambah unit baru
  • Perencanaannya sedang disusun dan beroperasi setelah ditetapkan peraturan ini.

Parameter Pengukuran Standar Baku Mutu Air Limbah

Ada beberapa parameter yang harus diukur untuk menentukan apakah air limbah industri gula rafinasi memenuhi standar baku mutu atau tidak. Berikut adalah parameter-parameter yang penting untuk diukur:

Suhu

Suhu air limbah merupakan salah satu parameter yang harus diukur. Suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan perubahan pada ekosistem air, mengurangi tingkat oksigen terlarut, dan mempengaruhi organisme hidup yang ada di dalamnya. Standar baku mutu air limbah biasanya menetapkan batasan tertentu untuk suhu air limbah yang diperbolehkan.

BOD (Biochemical Oxygen Demand)

BOD adalah ukuran yang menunjukkan seberapa banyak oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme dalam proses penguraian bahan organik di dalam air limbah. Tingkat BOD yang tinggi menandakan adanya pencemaran organik dalam air limbah. Standar baku mutu air limbah akan menetapkan batasan maksimal untuk BOD yang diperbolehkan.

COD (Chemical Oxygen Demand)

COD adalah ukuran yang menunjukkan jumlah oksigen yang diperlukan untuk mengoksidasi senyawa-senyawa kimia dalam air limbah. Pengukuran COD berguna untuk mengetahui tingkat pencemaran oleh bahan-bahan kimia dalam air limbah. Standar baku mutu air limbah juga akan menetapkan batasan maksimal untuk COD yang diperbolehkan.

TSS (Total Suspended Solids)

TSS mengacu pada jumlah total partikel padat yang terdapat dalam air limbah yang dapat diendapkan secara mekanis. Tingkat TSS yang tinggi dapat mengakibatkan kekeruhan air dan mengganggu kehidupan organisme perairan. Standar baku mutu air limbah akan menetapkan batasan maksimal untuk TSS yang diperbolehkan.

pH

pH adalah ukuran keasaman atau kebasaan air limbah. Tingkat pH yang ekstrem dapat menghambat pertumbuhan organisme dan merusak ekosistem air. Standar baku mutu air limbah akan menetapkan rentang pH yang diperbolehkan.

Kuantitas Air Limbah Paling Tinggi

Standar baku mutu air limbah juga akan membatasi kuantitas air limbah yang diizinkan untuk dibuang. Hal ini bertujuan untuk mencegah jumlah air limbah yang berlebihan yang dapat menyebabkan beban pencemaran yang tinggi pada lingkungan.

Pentingnya Industri Pengolahan Gula Rafinasi di Indonesia

Industri pengolahan gula rafinasi memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Berikut adalah beberapa alasan mengapa industri pengolahan gula rafinasi sangat penting:

Kontribusi Ekonomi

Industri gula rafinasi menyediakan lapangan kerja bagi ribuan orang, baik secara langsung maupun tidak langsung. Industri ini juga berkontribusi pada pendapatan negara melalui pajak dan penerimaan dari ekspor gula rafinasi.

Peningkatan Nilai Tambah

Pengolahan gula rafinasi memberikan nilai tambah pada bahan baku gula mentah. Proses pengolahan ini menghasilkan gula putih yang lebih halus dan memiliki kualitas yang lebih baik, sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasar.

Pengembangan Wilayah

Industri pengolahan gula rafinasi seringkali berlokasi di daerah pedesaan yang memiliki potensi pertanian tebu. Dengan adanya industri ini, pertanian tebu di sekitarnya dapat berkembang, menciptakan iklim ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat lokal.

Penyediaan Produk Konsumen

Gula rafinasi merupakan bahan makanan yang penting dan banyak digunakan dalam industri makanan dan minuman. Industri pengolahan gula rafinasi memastikan pasokan gula yang memadai untuk memenuhi kebutuhan konsumen dalam negeri maupun luar negeri.

Penyerapan Hasil Pertanian

Industri gula rafinasi menjadi salah satu pasar utama bagi hasil pertanian tebu. Dengan adanya industri ini, petani tebu memiliki pasar yang stabil untuk menjual hasil panen mereka, mendorong pertumbuhan sektor pertanian di Indonesia.

Dalam kesimpulan, sebagai pemilik bisnis industri gula rafinasi, memastikan bahwa air limbah yang dihasilkan memenuhi standar baku mutu sangat penting.

Selain itu, industri pengolahan gula rafinasi memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia dan memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga keberlanjutan industri ini dengan mematuhi peraturan lingkungan yang berlaku dan melaksanakan pengelolaan air limbah yang baik.

advertise