Standar Baku Mutu Air Limbah Industri Karet berdasarkan PermenLH nomor 5 tahun 2014

Standar Baku Mutu Air Limbah Industri Karet: Mengukur Kualitas Lingkungan untuk Pemilik Industri

Jika Anda merupakan pemilik industri karet, penting bagi Anda untuk mengetahui apakah air limbah yang dihasilkan oleh industri Anda memenuhi standar baku mutu.

Standar baku mutu air limbah memberikan pedoman untuk memastikan bahwa limbah yang dihasilkan oleh industri tidak merusak lingkungan dan sumber daya alam yang ada.

Ilustrasi kebun karet

Di Indonesia, acuan bagi standar baku mutu air limbah industri karet adalah Peraturan Menteri Lingkungan Hidup RI nomor 5 tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah.

Peraturan ini menetapkan parameter yang harus diukur dan batasan maksimum yang diperbolehkan untuk setiap parameter tersebut.

Parameter Lateks pekat Karet bentuk kering
Kadar Paling Tinggi [mg/L] Beban Pencemaran Paling Tinggi [kg/ton] Kadar Paling Tinggi [mg/L] Beban Pencemaran Paling Tinggi [kg/ton]
BOD 100 4 60 2,4
COD 250 10 200 8
TSS 100 4 100 4
Amonia Total 15 0,5 5 0,2
Nitrogen Total [sebagai N] 25 1,0 10 0,4
pH 6,0-9,0 6,0-9,0
Debit limbah paling tinggi 40 m3 per ton produk karet 40 m3 per ton produk karet

Parameter yang Harus Diukur

Ada beberapa parameter yang harus diukur untuk memastikan bahwa air limbah industri karet Anda memenuhi standar baku mutu. Berikut adalah parameter-parameter tersebut:

  1. BOD (Biochemical Oxygen Demand): BOD mengukur jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik dalam air limbah. Standar baku mutu mengharuskan BOD tidak melebihi batas maksimum yang ditetapkan.
  2. COD (Chemical Oxygen Demand): COD mengukur jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk menguraikan bahan organik dan zat-zat kimia dalam air limbah. Batasan maksimum COD juga ditetapkan dalam standar baku mutu.
  3. TSS (Total Suspended Solids): TSS mengukur jumlah partikel padat yang terlarut dalam air limbah. Standar baku mutu menetapkan batas maksimum TSS yang diperbolehkan.
  4. Amonia Total: Amonia total mengukur konsentrasi amonia dalam air limbah. Standar baku mutu menetapkan batas maksimum untuk amonia total.
  5. Nitrogen Total [sebagai N]: Nitrogen total mengukur jumlah total nitrogen dalam air limbah. Batasan maksimum ditetapkan dalam standar baku mutu.
  6. pH: pH mengukur tingkat keasaman atau kebasaan air limbah. Standar baku mutu memiliki rentang pH yang harus dipenuhi.
  7. Debit Limbah: Debit limbah adalah jumlah air limbah yang dihasilkan per ton bahan baku. Standar baku mutu membatasi debit limbah yang diizinkan.

Pentingnya Memenuhi Standar Baku Mutu

Mengikuti standar baku mutu air limbah industri karet memiliki beberapa manfaat yang penting. Pertama, mematuhi standar baku mutu akan membantu Anda menjaga keberlanjutan lingkungan di sekitar industri Anda.

Dengan membuang air limbah yang terkendali dan sesuai dengan standar, Anda mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, seperti pencemaran tanah, air, dan udara.

Kedua, memenuhi standar baku mutu air limbah juga dapat meningkatkan citra dan reputasi industri Anda. Konsumen dan masyarakat umum semakin peduli dengan dampak lingkungan dari kegiatan industri.

Dengan memastikan bahwa air limbah yang dihasilkan memenuhi standar, Anda menunjukkan komitmen terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar, yang dapat meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan Anda.

Terakhir, mematuhi standar baku mutu air limbah industri karet juga dapat menghindarkan Anda dari sanksi hukum dan denda yang mungkin dikenakan jika melanggar regulasi lingkungan. Pemerintah memiliki kewajiban untuk melindungi lingkungan dan memastikan keberlanjutan sumber daya alam.

Oleh karena itu, pematuhan terhadap standar baku mutu menjadi hal yang sangat penting.

Pengukuran dan Monitoring Air Limbah

Untuk memastikan bahwa air limbah industri karet Anda memenuhi standar baku mutu, Anda perlu melakukan pengukuran dan monitoring secara teratur. Anda dapat mengadopsi langkah-langkah berikut:

  1. Menggunakan peralatan dan metode yang akurat untuk mengukur parameter-parameter seperti BOD, COD, TSS, amonia total, nitrogen total, dan pH.
  2. Mengumpulkan sampel air limbah secara berkala dan melakukan pengujian di laboratorium yang terakreditasi.
  3. Mencatat dan melacak data pengukuran secara berkala untuk memonitor perubahan dalam kualitas air limbah Anda.
  4. Menganalisis data yang terkumpul dan membandingkannya dengan batas maksimum yang ditetapkan dalam standar baku mutu.
  5. Jika ditemukan bahwa air limbah Anda tidak memenuhi standar, segera identifikasi penyebabnya dan ambil tindakan perbaikan yang diperlukan.

Kesimpulan

Standar baku mutu air limbah industri karet sangat penting bagi pemilik industri untuk memastikan bahwa air limbah yang dihasilkan memenuhi persyaratan lingkungan yang telah ditetapkan.

Dengan mematuhi standar baku mutu, Anda dapat melindungi lingkungan, meningkatkan reputasi industri, dan menghindari sanksi hukum yang mungkin timbul akibat pelanggaran regulasi.

Pengukuran dan monitoring yang teratur adalah kunci untuk memastikan bahwa air limbah industri karet Anda memenuhi standar baku mutu yang berlaku.

advertise